Pendekatan Open-Ended

Posted: 12 Maret 2010 in Open-ended
Tag:,

Oleh: Pirdaus

Pendekatan open-ended (open-ended approach) merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika. Pendekatan ini dikembangkan dalam beberapa proyek penelitian pengembangan tentang metode evaluasi kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking) dalam pembelajaran matematika dalam kurun 1971 dan 1976 di Jepang (Becker and Shimada, 2007). Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa dan bagaimana pendekatan open-ended itu?

Shimada (2007) mengemukakan bahwa “in the teaching method that we call ‘open-ended approach’, an ‘imcomplete, problem is presented first. The lesson then proceeds by using many correct answers to the given problem to provide experience in finding something new in the process. This can be done through combining students’ own knowledge, skills, or ways of thinking that have previously been learned.” Hal ini memberi pengertian bahwa pendekatan open-ended merupakan suatu pendekatan yang dimulai dari pengenalan siswa pada masalah open-ended. Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan penggunaan beberapa jawaban yang benar terhadap masalah yang diajukan untuk memberikan pengalaman dalam menemukan sesuatu yang baru mengenai proses atau cara pemecahan masalah itu. Hal ini dapat diteruskan dengan mengkombinasikan berbagai pengetahuan, kecakapan, atau cara berpikir siswa yang sudah mereka pelajari sebelumnya. 

Nohda (1999) mengatakan bahwa tujuan dikembangkan pembelajaran dengan pendekatan open-ended adalah untuk membantu mengembangkan aktivitas yang kreatif dari para siswa dan kemampuan berpikir matematis mereka dalam pemecahan masalah. Selain itu, dengan pendekatan ini diharapkan masing-masing siswa memiliki kebebasan dalam memecahkan masalah menurut kemampuan dan minatnya; siswa dengan kemampuan yang lebih tinggi mengambil bagian dalam berbagai aktivitas matematika dan siswa dengan kemampuan yang lebih rendah masih dapat menyenangi aktivitas matematika menurut kemampuan mereka sendiri. Penerapan pendekatan open-ended dalam pembelajaran dapat dikembangkan guru sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Takahashi (2005) memberikan tiga tipe utama dari pendekatan open-ended, yaitu 1) a lesson using problems with multiple solutions, 2) a lesson using problems with multiple solution methods , dan 3) a lesson using an activity called ‘problem to problem’. Pengaturan dalam penggunaan ketiga tipe utama dari pendekatan open-ended ini dapat dilakukan guru, misalnya dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, alokasi waktu yang tersedia, dan sumber belajar yang ada di sekolah.

Berikut ini diuraikan beberapa keunggulan dan kelemahan pendekatan open-ended. Menurut Sawada (2007), keunggulan pendekatan open-ended adalah: 1) siswa berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mengungkapkan ide-ide mereka secara lebih sering,  2)  siswa mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika mereka secara menyeluruh, 3) siswa dengan kemampuan rendah bisa memberikan respon terhadap masalah dengan beberapa cara mereka sendiri yang bermakna, 4) siswa secara instrinsik termotivasi untuk membuktikan sesuatu, dan 5) siswa mempunyai pengalaman yang berharga dalam penemuan mereka dan memperoleh pengakuan atau persetujuan dari temannya.

Selanjutnya, menurut Sawada (2007), kelemahan pendekatan open-ended adalah: 1) suatu hal yang sulit untuk membuat atau menyiapkan situasi-situasi masalah matematika yang bermakna, 2) suatu hal yang sulit bagi guru untuk mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalah yang diberikan, 3) siswa dalam kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka, dan 4) mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi.

Rujukan:

Becker, Jerry P. and Shimada, Shigeru. 2007. The Open-Ended Approach: A New Proposal for Teaching Mathematics. Seventh printing. The National Council of Theachers of Mahematics, Inc., Reston, Virginia.

Nohda, N. 2001. A Study of Open-Appoach Method in School Mathematics Teaching-Focusing on Mathematical Problem Solving Activities, (http://www.nku.edu/~sheffeld/wgal.htm diakses 26 Desember 2008).

Sawada, Toshio. 2007. Developing Lesson Plans. In Becker, Jerry P. and Shimada, Shigeru (editor). The Open-Ended Approach: A New Proposal for Teaching Mathematics. Seventh printing (page 23). The National Council of Theachers of Mathematics, Inc., Reston, Virginia.

Shimada, Sigeru. 2007. The Significance of an Open-Ended Approach. In Becker, Jerry P. and Shimada, Shigeru (editor). The Open-Ended Approach: A New Proposal for Teaching Mathematics. Seventh printing (page 1). The National Council of Theachers of Mathematics, Inc., Reston, Virginia.

Takahashi, Akihiko. 2005. An Overview What is The Open-Ended Approach, (http://74.125.153.132/search?q=cache:O8uVVxah9V4J:mathforum.org/pcmi/hstp/sum2005/morning/sstp.day1.ppt+%22The+open+ended+approah+%22&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id diakses 9 Oktober 2009).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s