Jajan “Kopiko” dan PMRI

Posted: 11 Juni 2009 in pmri

Pendahuluan
Anak-anak sekolah dasar (SD) biasa jajan di sekitar sekolahnya, seperti jajan es krim, makanan kecil, permen, dan sebagainya. Guru dapat menjadikan kegiatan jajan siswa SD ini sebagai konteks yang menarik untuk pembelajaran matematika. Berikut ini contoh hasil penerapan pembelajaran matematika dengan konteks “Jajan Kopiko” dalam pembelajaran konsep operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah yang melibatkan uang di kelas IV SD. Sebagai informasi, siswa di kelas IV SD ini belum pernah belajar dengan menerapkan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia).

Pembelajaran
Salah satu kompetensi dasar (KD)  mata pelajaran matematika di kelas IV pada semester 1 adalah “1.6 Memecahkan masalah yang melibatkan uang.”  Biasanya, pembelajaran KD ini dilakukan guru dengan menyajikan contoh dan pembahasan soal cerita yang melibatkan uang. Kemudian, siswa mengerjakan soal-soal pelatihan yang serupa. Namun, dengan PMRI, guru dapat mengembangkan pembelajaran dimulai dari contoh masalah nyata.

Kegiatan pendahuluan pembelajaran diawali guru dengan membangun motivasi siswa melalui cerita tentang jajan di sekitar sekolah. Hal ini juga diarahkan untuk memfokuskan perhatian siswa. Selanjutnya, guru menyajikan masalah kontekstual tentang jajan permen Kopiko yang dibungkus dengan soal cerita. Misalnya, “… tadi pagi si Ani jajan permen Kopiko di warung depan sekolah. Dengan uang lima ratus rupia, Ani dapat membeli 4 permen. Nah, kalau pak Guru punya uang delapan ribu rupiah, berapa permen Kopiko dapat dibeli?” Maka, para siswa pun mulai mencoba memecahkan masalah ini secara sendiri-sendiri (individual).

Setelah pembelajaran individual, siswa belajar dalam kelompok 4-5 orang. Guru membagikan lembar aktivitas yang memuat gambar ke-4 permen dengan harga Rp 500,00.KopikoDengan menggunakan model gambar ke-4 permen itu, siswa menyelesaikan permasalahan di atas dengan berbagai cara atau solusi.

Sebagai contoh, berikut ini seorang siswa menggunakan model gambar 4 permen dengan harga Rp 500,00.  Siswa ini menggNurafikahambar dan menghitung secara berulang-ulang ke-4 permen dan harga sampai hitungan uangnya sudah mencapai Rp 8.000,00. Ia menemukan ada 64 permen yang dapat dibeli.  Ada lagi siswa menggunakan kelipatan dua kali 4 permen dengan harga Rp 1.000,00. Siswa ini melakukan perhitungan secara berulang sampai menemukan harga Rp 8.000,00 dan 64 permen.

Seorang siswa yang lain tidak lagi menuliskan atau menggambarkan model ke-4 permen itu, namun ia juga menggunakan cara melipat atau menggabungkan “empat-empat” permen menjadi delapan permen dengan harga Rp 1.000,00. Palaria

Banyak lagi fenomena dari solusi pemecahan masalah oleh siswa dalam pembelajaran di atas. Ada solusi yang prosesnya sudah benar dan solusinya juga tepat. Banyak juga solusi siswa yang prosesnya sudah benar tetapi solusi akhirnya belum tepat. Ada juga beberapa siswa yang solusinya solusinya kurang terarah. Mungkin mereka belum begitu terbiasa dengan pembelajaran seperti ini.

Banyak hal positif sebagai bahan refleksi pembelajaran. Misalnya, melalui penerapan PMRI di atas, walaupun belum secara berkelanjutan, siswa sudah mengalami “belajar matematika” secara lebih optimal. Mereka memiliki ruang dan kesempatan yang luas untuk mengembangkan berbagai solusi dari suatu permasalahan dan berkontribusi untuk kelas. Interaktivitas antarsiswa, antarkelompok siswa, antara siswa dan guru mulai berkembang; seolah “mencairkan” suasana pembelajaran matematika yang selama ini selalu “menegangkan.” Dominasi guru jelas berkurang. Dan, guru lebih memainkan peran sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, dan sebagainya.

Penutup. Implementasi singkat PMRI di kelas IV SD di atas telah ” menghidupkan kembali” motivasi belajar siswa yang mungkin nyaris sirna. Setidaknya, sikap positif siswa terhadap matematika dan pembelajaran matematika dapat dibangun kembali melalui PMRI. Semoga terus! (P’s)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s