Implementasi PMRI di SDN 1 Indralaya

Posted: 4 Juni 2009 in pmri

Salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Matematika Realistik pada Program Pascasarjana Matematika Unsri t.a. 2008/2009 adalah  mengimplementasikan PMRI di sekolah dasar (SD). Pirdaus, salah seorang mahasiswa  program tersebut, yang juga Widyaiswara LPMP Sumatera Selatan, mengimplementasikan PMRI di SDN 1 Indralaya, Ogan Ilir. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas IV-A dengan jumlah siswa 28 orang.kelompok Dalam kegiatan ini, penulis mengimplementasikan PMRI pada konsep bangun ruang, yaitu pada kompetensi dasar 8.1  Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana dan 8.2  Menentukan jaring-jaring balok dan kubus. Kegiatan ini diawali dengan pengembangan  rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi ajar, dan lembar aktivitas siswa (LAS). Kegiatan ini bekerja sama dengan guru kelas IV-A, Ibu Aswata, A.Md.Pd., sebagai observer.

Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam belajar. Mereka mempelajari dan memahami konsep-konsep bangun ruang melalui eksplorasi dan kolaborasi dengan menggunakan atau mengembangkan model sendiri. Dalam gambar tampak siswa tengah aktif mempelajari sifat-sifat bangun ruang sederhana. Siswa juga aktif berkontribusi dalam pembelajaran baik melalui diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Guru berperan sebagai motivator, fasilitator, pembimbing, dan pemberi penguatan terhadap hal-hal positif selama pembelajaran. PresentasiSeperti juga dalam gambar berikut, salah satu kelompok sedang mempresentasikan sifat-sifat bangun ruang.

Pengamatan penulis juga menunjukkan bahwa implementasi PMRI ini telah menggairahkan semangat dan motivasi belajar siswa. Berikut beberapa kesan dan komentar yang mereka tulis dalam learning log siswa. “Saya sangat senang belajar matematika hari ini, karena saya bisa mengerjakan matematika dengan praktis, bekerja kelompok dan berdiskusi dengan teman-teman kelompok,” ujar Tesya Monica, siswi kelas IV-A. “Saya senang belajar matematika menggunakan alat-alat peraga,” komentar Rakka Purba, siswa kelas itu juga. Intinya, siswa senang belajar berkelompok, menggunakan alat peraga, mengerjakan LAS, berdiskusi, dan bertanya jawab dalam presentasi hasil diskusi kelompok.

“Kami sangat gembira Bapak bisa berkunjung dan mengadakan kegiatan di sekolah ini. Guru kami tentu akan memperoleh pengalaman berharga, apalagi pelajaran matematika masih sering sulit dikuasai oleh sebagian siswa,” demikian kesan Ibu Nurjannah, A.Ma.Pd., sang kepala sekolah, terhadap kegiatan implementasi PMRI di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s